Tak ada yang harus ditakutkan dalam bertuhan kepada Allah. Ketika kita berdosa, yang harus kita lakukan adalah meminta ampun kepada-Nya. Allah tidak pernah egois, bahkan kita yang sering kali egois kepada-Nya. Ingatkah engkau saat kau berdoa dengan khusyuk karena sedang ditimpa masalah? Kau datang kepada-Nya hanya karena masalah menimpa. Padahal, Allah setiap hari memperhatikanmu. Setiap hari Dia memberimu rezeki meski kau tak memintanya. Allah berfirman dalam Surah Az-Zumar ayat 53:
"Katakanlah: 'Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'"
Kemudian, kau berani berkata Allah tidak mengabulkan permintaanmu. Malamnya, kau bermaksiat dengan santai dan lupa bahwa Allah melihatmu. Dalam Surah Al-Hadid ayat 4, Allah berfirman:
"Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."
Lalu, kau tidur dalam keadaan junub dan bangun jam tujuh tanpa sholat Subuh. Meski begitu, Allah tetap menyuguhkanmu makanan pagi. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
"Barangsiapa yang mencintai pertemuan dengan Allah, Allah mencintai pertemuan dengannya. Dan barangsiapa yang membenci pertemuan dengan Allah, Allah membenci pertemuan dengannya."
Tenang, sobat. Kau tak perlu memikirkan balasan. Allah tak butuh balasanmu. Dia hanya ingin kau berubah, mengerjakan pekerjaan yang menguntungkan bagi dirimu sendiri, melakukan pekerjaan yang positif sebagai bekal akhiratmu nanti. Allah Maha Sosial. Dia mencintaimu melebihi dirimu sendiri. Allah berfirman dalam Surah Al-An'am ayat 54:
"Dan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu, maka katakanlah: 'Salaamun 'alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat sesudah itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'"
Dia yang menyembuhkanmu saat kau sakit dan Dia yang menjagamu saat semua orang membencimu. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 286, Allah berfirman:
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkau Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.'"
Fanatisme pada manusia sering kali menyesatkan. Pada akhirnya, mereka juga mencari keuntungan untuk diri mereka sendiri. Berbeda dengan Allah yang sudah sempurna meski kau tak ada. Mengapa manusia takut akan kematian, padahal kematian menjadi awal dari pertemuan kita dengan-Nya?
Refleksi ini mengingatkan kita untuk selalu ingat bahwa Allah Maha Pengampun dan Penyayang. Dia tidak membutuhkan balasan dari kita, tetapi Dia menginginkan kita untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Kematian bukanlah akhir, tetapi awal dari pertemuan kita dengan Sang Pencipta yang Maha Kasih. Mari kita tingkatkan ketaatan dan rasa syukur kita kepada-Nya, bukan hanya di saat-saat sulit, tetapi dalam setiap detik kehidupan kita.

Komentar
Posting Komentar