![]() |
| Putih tak lebih baik dari hitam |
“Orang yang paling mulia di antara
kamu di sisi Allah ialah yang paling takwa. Orang Arab tidak lebih mulia
daripada yang bukan Arab, sebaliknya orang bukan Arab tidak lebih mulia
daripada orang Arab. Begitu pula orang kulit berwarna dengan orang kulit hitam
dan sebaliknya orang kulit hitam dengan orang kulit berwarna, kecuali karena
takwanya.'' Masih ingatkah kalian dengan khutbah nabi yang satu ini. Sejenak kita
berfikir bahwa meski khutbah ini telah dikatakan sekitar 700 abad yang lalu,
mengapa masih relefan hingga kini.
Jawaban yang sesuai ialah karena itulah salah satu tujuan
islam. Menyeimbangkan ras yang tinggi dan terlantar pada masanya. Contoh kecilnya sebuah
perbudakan yang menjadi prioritas di masa jahiliyah. Suku qurais adalah suku
yang memegang semua perdagangan di masa itu dengan budak-budak yang mayoritasnya
merupakan orang afrika (berkulit hitam), atau anak perempuan yang di anggap a’ib.
Sehingga nabi muhammad mencoba untuk memperbaiki gaya berfikir struktur orang
jahiliyah yang begitu hirarkis. Mereka anggap putih lebih baik dari pada hitam.
Sehingga para kulit hitam begitu di tindaskan.
Padahal tidak sedemikan itu.
perlahan kita harus mengubah gaya pikir yang seperti itu. Mari kita alihkan
gaya berfikir sturkturalisme terlebih dahulu agar kita dapat mengenyahkan
dengan gampang dari pola itu. Bagi derida bahasa itu tidak stabil, struktur itu
tidak stabil, dan ma’na itu tidak stabil. Sehingga terciptalah konsep DIFFERANCE
anda tidak bisa memaknai bahwa semua wanita hitam itu jelek bagaimana bisa
karena putih tidak akan terlihat indah jika tidak ada hitam memang keduanya
tidak bisa disama ratakan tapi, masih sejajar tidak ada ras yang lebih baik dan
tak ada manusia yang lebih sempurna.
Struktural telah membutakan kita
akan ma’na karena sejauh kita mencari sempurna sejauh itu pula kita terjebak
dalam kata kata lain untuk menjelaskannya. Semisal mendifinisikan wanita cantik
maka akan timbul kata mancung, manis, putih. Padahal kata itu masih tidak
begitu sempurna untuk dijadikan kata sempurna. Tak habisnya kita mencari kata
kata yang masih berceceran sehingga kita akan bertemu dengan ABSENCE(ketakhadiran)
dengannya kita akan menemumak hal yang tak pernah di ungkapnya sehingga kita
dapat berfikir bahwa hitam juga lebih baik dari putih, wanita sama kuatnya
dengan pria. Tak ada yang paradok di dunia ini karena cinta tak selamanya
membawa kebahagiaan dan tak selamanya membawa kesedihan.
Dari sini kita mulai faham bahwa
nabi memahami arti perbedaan. Semua bisa berubah tidak ada yang mutlhak dan tak
ada yang pasti sehingga kita bisa lebih bermoral dan lebih baik dalam beretika.
Menghargai bukanlah hal yang sulit bahkan menurut KAS memahami seseorang adalah
nyawa bagi diri kita sendiri.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar