Memahami sebuah keinginan adalah hal yang begitu rumit di fahami dalam sebuah perasaan, kadang kita memiliki keinginan tinggi untuk menggapai cinta saking tigginya iya merasa hal itu akan membuatnya bahagia tukselamanya, lebih bahagia dari keadaanya saat ini berbagai caralah dilakukan untuk menggapainya.
Dalam kondisi ini KAS(Ki Ageng Suryomentaram) menyebutnya
dengan mulur, keinginan untuk mendapatkan hal yang lebih tinggi dari keadaannya
yang sekarang, merasa ingin mendapatkan kebahagiaan yang haqiqi jika telah
menggapai semua keinginannya. Rasa sebenarnya prihal yang memang membutuhkan
ukuran yang terstruktur dengan elok tak semata mata kita akan mendapatkan apa
yang orang lain dapatkan setidaknya mungkret tetap menjadi pedoman sebelum
akhirnya terjatuh menjadi iri. Seseorang terkadang memang lebih suka dengan
barang di etalase dari yang telah lama di genggaman.
KAS berfikir bahwa meski yang di
inginkan telah tercapai takkan kebahagian yang iya harapkan sesuai dengan
kenyataan, karena secara kesimpulan takada kebahagiaan dan kesusahan yang bisa
menetap selama ia bernafas, Semua orang akan mengalami hal yang sama antara
susah dan bahagia yang membedakan hanyalah waktu dan zat dari keduanya. kita
tak bisa mengharap pada hal yang masih juga butuh harapan. Karena, yang layak
dan memang seharusnya diharapkan hanyalah tuhan, hanya ia yang dapat di percaya
sepenuhnya dan hanya dialah yang tak jauh dari harapan kita, selagi kita punya
keinginan untuk menggapainya maka,semakin mudah langkah yang akan kita
dapatkan.
Kunci kebahagian sebenarnya tidak tergantung
dengan yang apa kita miliki, lebih tepatnya dengan kesadaran yang kita alami. menurut
KAS hanya empat perkara diantaranya meri(iri),pambegan(sombong),getun(kecewa
dengan apa yangyang telah terjadi),sumelang(was-was dengan hal yang akan
datang). Iri akan datang ketia memiliki mulur yang tinggi dan tidak
menyeimbangkan dengan mungkretnya. Semisal ketika kita ingin sebuah mobil
panter lalu tercapai keinginan itu maka, akan mulur menginginkan mobil avanza, Ini berarti bahwa hal yang diinginkan itu meningkat entah
jumlahnya entah mutunya sehingga tidak dapat tercapai dan hal ini akan
menimbulkan susah , ternyata sebelum
ia mendapatkan avanzanya tetangganya sudah memilikinya terlebih dahulu. jika,
ia tidak menyeimbangkan kebutuhannya atau tidak merasa sebutuhnya maka pasti,
ia akan iri karena merasa di kalahkan dari orang lain dan beranggapan andai aku
punya mobil yang lebih mahal darinya pasti aku akan bahagia maka susahlah.
Tapi, andai ia telah merasa sebutuhnya, maka ia akan berfikir panter itu adalah
yang terbaik baginya dalam artian mungkret(menyusut) andai panter yang iya
inginkan tak tersampaikan iya akan kembali mungkret sehingga meski mendapatkan
sepeda supra akan membuatnya tergirang-girang dan di situlah kebahagiannya yang
iya miliki, sekalipun iya mendapatkan apa yang iya inginkan kebahagiaan itu
tidak akan menetap lama. Sedangkan seseorang yang sudah merasa melampaui yang
lain juga harus selamat dari sombong, selagi sifat itu ada ia tidak akan
mendapatkan kebahagiaan haqiqinya kehawatiran derajatnya akan terancam merasa
sematnya masih belum mencukupi dan apalah hingga akhirnya dia pergi dengan
dendam yang belum kesudahan.
Oleh karena KAS tidak pernah merasa
tenang dengan derajat dan kramatnya ia dulunya mencari manusia yang haqiqi
mencari kebahagiaan yang seharusnya di sadari, hingga ia rela mencabut gelar ke
pangeranannya dalam artian KAS mencoba menyeimbangkan antara secukupnya dan
semestinya dengan takaran yang sempurna,
karena ia yakin semua manusia itu memiliki perasaan yang sama jika seseorang
sadar akan hal itu, maka ia akan terbebaskan dari neraka iri hati-sombong, dan
akan merasakan sorga ketentraman, yang di maksud sorga ketentraman menurut KAS iyalah dalam segala hal bertindak seenaknya, sebutuhnya, seperlunya,
secukupnya, semestinya dan sebenarnya. Ia akan merasakan hidup yang
sebenar-benarnya, yaitu sebentar susah sebentar senang, sebentar senang dan
sebentar susah.
7 juli 2023

Komentar
Posting Komentar